menginvestasikan uang Anda ke proyek crypto yang dijanjikan sebagai DEX perp inovatif, tapi berakhir dengan kerugian hingga 96% dalam hitungan menit. Itulah nasib tragis ribuan investor di proyek $Trove (Trove Markets), yang kini dituduh melakukan rug pull terencana setelah mengumpulkan lebih dari $11,5 juta (sekitar Rp 180 miliar) melalui ICO mereka. Tuduhan manipulasi, pivot mendadak ke Solana, dan dump aset senilai jutaan dolar membuat komunitas crypto gempar. Apakah ini akhir dari kepercayaan pada presale anon team? Kami telusuri secara mendalam.
Kronologi Kejadian: Dari Hype ke Chaos
Proyek $Trove Markets diluncurkan dengan narasi menggiurkan: Sebuah DEX perpetual untuk trading aset unik seperti kartu Pokémon, jam mewah, skin CS2, RWA, dan equities dengan leverage hingga 10x. Mereka mengklaim telah mencapai $1 miliar volume testnet dan 24 ribu pengguna dalam sebulan, dengan ICO dijadwalkan 8-11 Januari 2026, target $2,5 juta pada FDV $20 juta. Untuk membangun kredibilitas, mereka stake 500 ribu $HYPE (senilai sekitar $12,5 juta) guna akses protokol HIP-3 Hyperliquid, memposisikan diri sebagai "built for Hyperliquid".
ICO berjalan mulus awalnya, bahkan oversubscribed hingga $11,9 juta. Namun, lima menit sebelum penutupan (11 Januari pukul 23:55 UTC), tim diam-diam ubah kontrak smart untuk perpanjang hingga 20 Januari, memicu kekacauan di pasar prediksi Polymarket. Seorang trader rugi $73 ribu karena taruhan "NO" extension yang tiba-tiba berubah. Setelah backlash komunitas, tim batalkan perpanjangan 14 menit kemudian, tapi kerusakan sudah terjadi.
Lebih parah, jam sebelum TGE (Token Generation Event) 20 Januari, mereka pivot ke Solana, tinggalkan Hyperliquid, dan jual dump $10 juta $HYPE dari wallet terkait. Token $TROVE launch hari ini, tapi langsung crash 95-96% dalam 10 menit, FDV anjlok dari $20 juta ke di bawah $1 juta (bahkan $700 ribu). Refund? Hanya $100 ribu dikembalikan, sisanya $9,4 juta ditahan tim. On-chain data dari ZachXBT ungkap dana ICO mengalir ke casino dan taruhan Polymarket, plus KOL dibayar $5-8 ribu untuk shill tanpa disclosure.
Analisis Mendalam: Tanda-Tanda Manipulasi dan Red Flags
Ini bukan kesalahan pasar biasa, tapi skema terencana. Pertama, tim anon (anonymous) gunakan narasi Hyperliquid untuk tarik dana, tapi pivot ke Solana tanpa alasan kuat mungkin karena likuiditas lebih mudah untuk dump. Wallet founder (0xebe07e526c4dc5f0005801bbd7d9850c424cf719) dump $HYPE mulai dari $160 ribu hingga $10 juta, meski founder klaim wallet compromised. Penjualan lanjut meski ada pernyataan publik, tunjukkan insider trading.
Kedua, KOL seperti@waleswoosh
dapat alokasi diskon 50% dan bayaran untuk promo, ubah followers jadi "exit liquidity".
@Eveningtraders Ini langgar etika crypto, mirip kasus pump-and-dump. Ketiga, perpanjangan ICO ciptakan FOMO (Fear Of Missing Out) buatan, tapi batalkan untuk hindari regulasi atau tuntutan. Di Polymarket, prediksi 90% harga drop pasca-TGE terbukti benar. Dari perspektif regulasi, ini bisa jadi fraud di mata TradFi. Di Indonesia, Bappebti bisa investigasi jika ada korban lokal.
