Ancaman komputasi kuantum bukan lagi sekadar fiksi ilmiah bagi Ethereum Foundation. Dalam langkah preemtif yang agresif, organisasi penjaga blockchain terbesar kedua di dunia ini resmi membentuk tim elit Post Quantum (PQ). Dipimpin oleh pakar kriptografi Thomas Coratger, misi mereka jelas: membentengi aset senilai lebih dari US$300 Miliar dari potensi kiamat enkripsi masa depan.
Inisiatif unggulan mereka, Poseidon Prize, menawarkan hadiah menggiurkan sebesar US$1 juta bagi siapa saja yang dapat memecahkan atau memperkuat teka-teki kriptografi baru ini. Tim khusus ini tidak hanya bekerja di atas kertas; mereka sedang membangun devnet PQ multi-klien secara langsung dan mengintegrasikan leanVM sebagai fondasi pertahanan kriptografi baru.
Mengapa Sekarang? Ancaman "Harvest-Now-Decrypt-Later" Meskipun komputer kuantum yang mampu memecahkan enkripsi standar diperkirakan baru akan matang pasca-2030, Ethereum menolak untuk menunggu. Risiko utamanya adalah serangan "Harvest-Now-Decrypt-Later" (HNDL)—di mana peretas mencuri data terenkripsi hari ini dan menyimpannya hingga mereka memiliki mesin kuantum untuk membukanya satu dekade kemudian.
"Kami sedang membangun payung sebelum hujan turun," ungkap perwakilan Foundation dalam panggilan strategi global. Beruntung, arsitektur Ethereum saat ini sebagian besar menggunakan tanda tangan digital yang secara inheren lebih resisten terhadap serangan tipe HNDL dibandingkan enkripsi data biasa. Ini memungkinkan transisi yang bertahap dan mulus tanpa perlu hard fork darurat yang berisiko downtime.
2026: Tahun Pivotal Keamanan Blockchain Peta jalan (roadmap) tim PQ mencakup serangkaian lokakarya global dan pembuktian formal berbasis AI sepanjang tahun 2026. Analis keamanan dari Bloomberg Intelligence memuji langkah ini sebagai "Gold Standard" baru bagi institusi keuangan terdesentralisasi. "Kepercayaan investor institusional bergantung pada jaminan bahwa aset mereka aman untuk 50 tahun ke depan, bukan hanya 5 tahun," tegas laporan tersebut.
Dengan kolaborasi komunitas global, Ethereum sekali lagi membuktikan posisinya bukan hanya sebagai platform kontrak pintar terpopuler, tetapi juga yang paling visioner dalam hal keamanan infrastruktur.
(Sumber: Ethereum Foundation, Laporan Keamanan Blockchain)
